Soal Reaksi Redoks lengkap dengan Pembahasannya

Menentukan suatu zat dalam reaksi mengalami oksidasi atau reduksi memang membutuhkan ketelitian. Jika salah menentukan mana yang reduksi maka yang mengalami oksidasi juga pasti akan salah. Sering mengerjakan soal reaksi redoks tentu akan melatih pemahaman kita pada reaksi tersebut. Tentunya soal tersebut harus dilengkapi dengan pembahasan agar kita bisa mengevaluasi kesalahan kita. 

soal reaksi redoks dan pembahasan


Reaksi redoks atau reaksi oksidasi-reduksi merupakan suatu reaksi yang terdapat perubahan bilangan oksidasi di dalamnya. Dimana bilangan oksidasi adalah nilai muatan (positif atau negatif) suatu atom dalam ikatan, dimana elektron yang kelektronegatifannya lebih besar akan bermuatan negatif. 

Reaksi redoks sangat ditentukan oleh perubahan bilangan oksidasi (biloks). Saat biloks mengalami peningkatan maka zat tersebut mengalami oksidasi, sedangkan biloks yang menurun merupakan reduksi. 

Kemudian zat yang menyebabkan zat lain mengalami reduksi disebut reduktor atau pereduksi, dimana dirinya sendiri mengalami oksidasi (bilok bertambah/ meningkat). Kemudian zat yang menyebabkan zat lain mengalami oksidasi disebut oksidator atau pengoksidasi, dimana dirinya sendiri mengalami reduksi (biloks menurun/ berkurang). 

Materi di atas sebagai pengingat dan pedoman untuk kamu mengerjakan soal redoks berikut ini. Setelah mencoba mengerjakan coba cocokan jawabanmu dengan pembahasannya agar kamu bisa mengetahui pemahamanmu sudah sejauh mana. Selamat mengerjakan. 

1. Pada reaksi
    2 HBr + H2SO4 => Br2 + SO2 + 2 H2O
Zat yang berperan sebagai oksidator adalah...

a. H2SO4
b. Br2
c. HBr
d. SO2
e. H2O

Jawaban: a
Pembahasan:
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi yang ditandai dengan menurunnya perubahan bilangan oksidasi. Bilangan oksidasi S pada H2SO4 turun dari +6 menjadi +4.

2. Diketahui beberapa reaksi sebagai berikut

(1) SO42- -> S2-

(2) 2 Cr2O72- -> 2 CrO42-

(3) Mg -> Mg2+ + 2e

(4) S2O32- -> S4O62-


Reaksi oksidasi ditunjukan reaksi di atas pada nomor... 

a. (1) dan (2) 
b. (1) dan (3) 
c. (3) dan (4) 
d. (2) dan (4) 
e. (2) dan (4) 

Jawaban: c
Pembahasan:
Pada reaksi (1) biloks S turun dari +6 menjadi -2 
Pada reaksi (2) biloks Cr tetap +6 
Pada reaksi (3) biloks Mg naik dari 0 menjadi +2 
Pada reaksi (4) biloks S naik dari +2 menjadi +2,5 
Jadi yang mengalami reaksi oksidasi yang ditandai kenaikan biloks adalah reaksi (3) dan (4). 

3. Dari reaksi

Cl2 + 2 KI -> 2 KCl + I2

Yang bertindak sebagai reduktor adalah...

a. Cl2

b. KI

c. KCl

d. I2

e. K+


Jawaban: b 
Pembahasan: 
Reduktor adalah zat yang menyebabkan zat lain mengalami reduksi, sedangkan dirinya sendiri mengalami oksidasi yang ditandai kenaikan bilangan oksidasi. Unsur I dalam KI mengalami kenaikan biloks dari -1 menjadi 0. 

4. Unsur yang mempunyai bilangan oksidasi sama dengan unsur Cl yang ada di dalam molekul HClO3 adalah...

a. Cr dalam ion CrO42-

b. Cr dalam Cr2O72-

c. Fe dalam Fe(CN)63-

d. Mn dalam ion MnO4-

e. Sb dalam SbO4-

Jawaban: e
Pembahasan: 

Biloks Cl dalam HClO3 adalah +5
Pilihan jawaban:

  • biloks Cr adalah +6
  • biloks Cr adalah +6
  • biloks Fe adalah +3
  • biloks Mn adalah +7
  • biloks Sb adalah +5
Jadi, biloks yang sama dengan +5 adalah pada SbO4-

5. Perhatikan reaksi berikut ini! 
    Sn + 4 HNO3 -> SnO2 + 4 NO2 + 2 H2O 
Perubahan bilangan oksidasi (biloks) unsur N adalah... 

a. 1 
b. 2 
c. 3 
d. 4 
e. 5 

Jawaban: a 
Pembahasan: 
Bilangan oksidasi unsur N pada HNO3 adalah +5 kemudian biloks N pada NO2 adalah +4. Sehingga perubahan yang terjadi adalah 1. 

6. Bilangan oksidasi unsur N yang paling rendah terdapat dalam senyawa...

a. NO2 
b. NO 
c. HNO2 
d. HNO3 
e. N2O 

Jawaban: e 
Pembahasan: 
Bilangan oksidasi unsur N pada senyawa 
  • NO2 adalah +4 
  • NO adalah +2 
  • HNO2 adalah +3 
  • HNO3 adalah +5 
  • N2O adalah +1 
Sehingga bilangan oksidasi N yang terendah adalah pada senyawa N2O sebesar +1 

7. Unsur yang memiliki konfigurasi 4s2 3d6 kemungkinan memiliki bilangan oksidasi sebesar...

a. +2 dan +2 
b. +2 dan -4 
c. +2 dan +3 
d. +1 dan +3 
e. +1 dan +2

Jawaban: c 
Pembahasan: 
Dari konfigurasi yang diketahui, unsur tersebut mudah melepaskan elektron dari 4s dan sebagian dari 3d, sehingga kemungkinan bilangan oksidasinya adalah +2 dan +3. 

8. Pada reaksi berikut

BrO3- + 5 Br - + 6 H+ -> 3 Br2 + 3 H2O
Perubahan bilangan oksidasi yang terjadi pada reaksi tersebut adalah...

a. Biloks brom pada Br- menurun

b. Biloks brom pada BrO3 menurun

c. Biloks brom pada Br- tidak berubah

d. Biloks brom pada Br- meningkat

e. Biloks brom pada BrO3 tidak berubah

Jawaban: d 

9. Pada peristiwa pembakaran kembang api merupakan reaksi redoks dengan persamaan reaksi sebagai berikut 

KClO3 + S + H+ -> KCl + SO2 + H2O
Dari reaksi di atas, zat yang berperan sebagai oksidator adalah...

a. S
b. KClO3
c. SO2
d. KCl
e. H2O

Jawaban: b
Pembahasan:
Oksidator adalah zat yang mengalami reduksi yaitu mengalami penurunan biloks. Biloks Cl pada KClO3 menurun dari +5 menjadi -1.

10. Reaksi berikut menunjukkan asam klorida bertindak sebagai pereduksi adalah... 

a. Pb3O4 + 8 HCl -> 3 PbCl2 + 4 H2O + Cl2

b. Cr2O3 + 6 HCl -> 2 CrCl3 + H2O

c. Mn(OH)2 + HCL -> MnCl2 + 2 H2O

d. Na2CO3 + 2 HCl -> 2 NaCl + H2O + CO2

e. SnCl2 + 2 HCl + 2 NO2 -> 2 HNO3 + H2O + CO2

Jawaban: a 
Pembahasan: 
Pereduksi atau reduktor berarti zat tersebut mengalami oksidasi yang ditandai dengan peningkatan bilangan oksidasi pada reaksinya. Asam klorida pada reaksi (a) bilangan oksidasinya meningkat dari -1 menjadi 0.

***

Demikian soal reaksi redoks dan pembahasannya. Bagaimana hasil dari jawabanmu? Apakah sudah meyakinkan atau masih banyak yang perlu dievaluasi? Jangan patah semangat, terus mencoba dan berlatih. Lama kelamaan kamu akan mahir menentukan mana yang merupakan reaksi oksidasi dan reduksi nantinya.

Berlangganan artikel via Email:

0 Response to "Soal Reaksi Redoks lengkap dengan Pembahasannya"

Posting Komentar